Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
TribunKompas.com TribunKompas.com TribunKompas.com

Aktual Mencerdaskan Bangsa

TribunKompas.com TribunKompas.com TribunKompas.com

Aktual Mencerdaskan Bangsa

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Close

Search

Subscribe
AdvertorialNasionalPendidikan

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

By admin
14 September 2026 2 Min Read
0

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

 

Jakarta, TribunKompas.com

Potensi gempa megathrust di Selat Sunda dapat berdampak hingga Jakarta. Mengutip laporan Metro TV pada 12 September 2026 yang merujuk keterangan BMKG dan data BRIN, skenario gempa bermagnitudo 8,9 berpotensi diikuti tsunami yang mencapai pesisir utara Jakarta dalam sekitar 2,5 jam, dengan perkiraan ketinggian gelombang sekitar 0,5 meter. Gambaran potensi ini menjadi dasar untuk menyiapkan langkah mitigasi, sehingga penyampaiannya perlu memperjelas bahwa angka tersebut bukan kepastian waktu maupun dampak kejadian.

 

Pentingnya kejelasan tersebut ditekankan oleh Pakar Komunikasi Risiko Kebencanaan Universitas Pertamina (UPER), Dr. Ir. Farah Mulyasari. Menurutnya, angka magnitudo dan perkiraan tsunami tanpa konteks dapat menimbulkan kecemasan, sementara warga yang merasa jauh dari sumber bahaya justru dapat mengabaikan kebutuhan untuk bersiap. Karena itu, penjelasan mengenai skenario perlu dihubungkan dengan risiko di wilayah masing-masing serta langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan masyarakat.

 

“Masyarakat cenderung merespons ancaman berdasarkan kedekatan spasial, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang mengkalibrasi ulang pemahaman mereka terhadap bahaya,” ungkap Farah.

 

Dalam konteks megathrust, masyarakat membutuhkan penjelasan tentang keterkaitan potensi bahaya dengan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari. Kajian potensi bencana juga perlu dibedakan dari peringatan atas kejadian yang sedang berlangsung agar tidak dipahami sebagai kepastian gempa akan segera terjadi.

 

Dr. Farah bersama tim melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Luwuk, Sulawesi (2026)

 

Farah menyoroti bahwa istilah teknis kebencanaan perlu diterjemahkan menjadi petunjuk yang mudah dipahami. Penjelasan ilmiah harus dihubungkan dengan tindakan praktis melalui kanal yang dekat dengan masyarakat. Pendekatan ini dapat diterapkan dengan memberikan panduan mengenali jalur evakuasi, menyusun rencana komunikasi keluarga, serta mengakses informasi resmi sesuai kondisi wilayah.

 

Di media sosial, kejelasan pesan perlu diikuti ketelitian memeriksa informasi. Dokumentasi bencana lama yang disebarkan kembali tanpa keterangan berpotensi menimbulkan salah pengertian dan memperbesar kekhawatiran masyarakat.

 

“Warga perlu kritis terhadap foto atau video dramatis yang beredar dan pastikan visual tersebut memiliki konteks dan cap waktu terkini, bukan dokumentasi dari bencana masa lalu,” jelasnya.

 

Farah mengingatkan masyarakat untuk memeriksa sumber, waktu, dan konteks informasi sebelum membagikannya, dengan merujuk BMKG serta panduan BNPB dan BPBD. Media juga perlu menjelaskan skenario di balik perkiraan dampak bencana, disertai panduan tindakan yang jelas agar informasi membantu masyarakat bersiap.

 

“Warga perlu kritis terhadap foto atau video dramatis yang beredar dan pastikan visual tersebut memiliki konteks dan cap waktu terkini, bukan dokumentasi dari bencana masa lalu,” jelas Farah.

 

Sejalan dengan pentingnya penyampaian informasi kebencanaan yang mudah dipahami, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menekankan peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Universitas Pertamina mendorong kolaborasi ilmu kebumian dan komunikasi untuk memperkuat literasi kebencanaan. Pemahaman tentang sumber dan potensi bahaya perlu diterjemahkan menjadi informasi yang membantu masyarakat mengenali risiko di sekitarnya serta memahami langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan,” ujar Ichsan.(Red)

 

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

Next

Lewat Riset Hidrogen, Mahasiswa UPER Sabet Juara 1 Young Scientist Competition 2026

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari berita

Berita terkini

  • Jelang Porprov XV Jabar, Cabor Pencak Silat Gelar Manager Meeting di DPRD Kota Bogor
  • Peringati Hari Tata Ruang Nasional, Kapolda Banten Ajak Jaga Tata Ruang
  • Kejati Kaltara Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Rp759 Miliar
  • Antisipasi Risiko Kerugian di Industri Energi, UPER Dorong Pengelolaan Risiko Berbasis Aktuaria
  • Pelaku Pencurian dan Perusakan 1 Set Mesin Stone Crusher Masih Berkeliaran, Korban Pemilik Pertanyakan Kinerja Polres Klaten dan Bawa Kasusnya Ke Komisi III

Pilih Berita

  • Advertorial
  • Banten
  • Budaya dan Sejarah
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum
  • Jabar
  • Jabodetabek
  • Jateng
  • Jatim
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kriminal
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Opini & Suara Pembaca
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Redaksi
  • Sosial Kemasyarakatan
  • Syi'ar
  • Teknologi & Otomotif
  • TIPIKOR
  • TNI-POLRI
  • Umum
  • Wisata & Hiburan

Beranda

  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2026 TribunKompas.com

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by